warnaislam.com — Gencarnya pemberitaan mengenai virus flu babi (H1N1) di berbagai media di Mesir berdampak negatif pada kalangan universitas di Mesir. Hal itu terlihat jelas dari keengganan para mahasiswa untuk mengikuti perkuliahan atau kegiatan kampus lainnya karena khawatir terjangkit virus yang mematikan tersebut.
Para dosen berupaya meyakinkan mahasiswanya agar tidak berlebihan menyikapi bahaya virus flu babi dan tetap melakukan langkah-langkah preventif guna menghindari virus tersebut.
Hend Ahmed, seorang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Kairo, mengungkapkan, banyak rekannya yang memutuskan tidak kuliah untuk sementara menyusul maraknya pemberitaan mengenai virus flu babi di berbagai media di Mesir. ”Pemberitaan di TV dan media cetak membuat mahasiswa panik,” ujar Gihan Magdi, mahasiswa Fakultas Seni dari universitas yang sama, kepada The Egyptian Gazette (29/10)
Berbagai kalangan menilai, akibat pemberitaan yang cukup gencar mengenai virus flu babi, sejumlah orang tua melarang anak-anaknya mengikuti perkuliahan. Hal itu sangat dirasakan oleh Mohamed Abdel-Maguid, mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Ain Shams. Di daerah sekitar kampus ini banyak ditemukannya kasus virus flu babi. Ia merasa kesal karena mahasiswa paruh waktu dilarang mengikuti perkuliahan bersama dengan mahasiswa full time karena dikhawatirkan kelas-kelas akan penuh sesak.
Esraa Abdallah dan Amal Wahba, dua mahasiswi Fakultas Seni, merasa heran dengan sikap para mahasiswa menanggapi pemberitaan mengenai virus flu babi di berbagai media. Kedua mahasiswi tersebut tetap menjalani perkuliahan seperti biasa, tanpa mengenakan penutup hidung.
Hal senada diungkapkan seorang dosen dari Universitas Benha yang tidak bersedia mengungkapkan identitasnya. Ia menyatakan, tindakan terpenting saat ini adalah meningkatkan kesadaran untuk mengambil sikap preventif. Pihaknya mengakui, semakin sedikit mahasiswa yang mengikuti perkuliahan, walaupun sangat yakin bahwa kurikulum perkuliahan akan dapat diselesaikan sesuai waktu yang telah ditentukan. (T. A. Siregar, Kontributor WI Kairo).*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar