
Gaza – Infopalestina: Menteri Pertanian Palestina Dr. Muhammad Ramadhan Al-Agha menilai laporan organisasi Amnesty International adalah dokumen hitam di atas putih soal pencurian Israel terhadap air dan sumbernya milik Palestina.
Dalam Palestina pernyataan tertulisnya yang dibagikan oleh public relation kementerian pertanian kemarin Jumat (30/10) yang salinannya diterima oleh Infopalestina, Al-Agha menegaskan pentingnya penyimpanan dokumen itu di lembaga-lembaga internasional sehingga Palestina memiliki hak nantinya melakukan tuntutan ganti rugi dan menuntut ke pengadilan-pengadilan internasional.
Ia mengisyaratkan, Jalur Gaza memerlukan 200 juta kubik air setiap tahunnya yang dialirkan dari Tepi Barat sehingga wilayah yang diblokade Israel itu tidak mengalami krisis air. Kementerian Pertanian bekerjasama dengan dinas perairan Palestina akan besok Sabtu (hari ini) (31/10) akan menerbitkan laporan rinci yang menjelaskan imbas “perang air” di Palestina.
Amnesty International yang berkompenten dalam HAM berkantor di London sebelumnya menuding Israel telah menerapkan kebijakan-kebijakan mengekang kepada warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang menghalangi mereka mendapatkan air secara cukup. Pada saat yang sama, Israel memberikan air melimpah kepada warga yahudi untuk dikonsumsi.
Dalam laporannya, Amnesty International menyebut, penggunaan individu di Israel terhadap air empat kali lipat melebihi dari yang digunakan oleh warga Palestina. Sementara untuk di permukiman yahudi, penggunaanya 20 kali lipat melebihi pengunaannya di Palestina. (bn-bsyr)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar